Rabu, 06 Juni 2012

Relita Kehidupan


MEMAKNAI REALITA KEHIDUPAN
    Oleh: Ryan Frasetya Setiawan
           

Menjalani kehidupan sehari-hari bukanlah perkara yang mudah bagi sebagian orang, dan ironisnya setiap orang hanya pasrah dengan keadaan yang ada sehingga mereka terjebak dalam rutinitas yang membuat mereka terbelenggu pada rutinitas itu saja,yang bagaikan sebuah robot pencetak makanan yang hanya berkerja pada ruang lingkup yang hanya mencetak dan hanya terus mencetak. Rutinitas kehidupan memang bagaikan pisau bermata dua di satu sisi rutinitas itu terlihat mudah dan terasa mudah untuk dijalani karena itu telah menjadi rutinitas mereka, yang tidak memerlukan variasi dan persiapan serius ,dan hanya akan berlangsung normal seperti biasanya  namun disisi lain rutinitas itu yang kemudian sedikit demi sedikit menggerogoti dan membuat tumpul hati, pikiran dan kreatifitas kita yang lain dan  yang seharunya dibiarkan meluas dengan menikmati berbagai aktifitas kehidupan, yang membuat tubuh pikiran dan hati kita merasa lebih tenang dan nyaman dalam menjalaninya.
Ungkapan diatas memang terasa sangat sentimental, tapi itulah kenyataanya yang ada pada kehidupan kita. terkadang orang banyak berungkapan “HIDUP ITU TIDAK SEBAIK dan SEINDAH YANG ENGKAU KHAYALKAN”. ya memang itu lah yang sering terjadi,hidup itu tidak akan indah bila kita hanya bisa berkhayal, tapi dibalik khyalan itu  sebenarnya kita dapat mewujudkannya. yaitu dengann bertindak dan memaknai setiap detik waktu yang kita lewati setiap jengkal langkah yang kita pijakkan dan setiap tetes keringat yang kita kucurkan.
Kita manusia diberikan waktu yang sama yaitu 24 jam, apakah itu guru, murid, pejabat, pengemis, tua, muda, sehat, sakit maupun bodoh dan pandai semua nya itu sama yaitu 24 jam ada siang dan ada pula malam. namun pikiran,ucapan maupun tindakan kita dan hasil dari semua nya sangat lah berbeda-beda. Jadi setiap hari sudah semestinya setiap orang berhasil membuat suatu kreasi, aktivitas maupun prestasi minimal buat dirinya sendiri, Dan mungkin akan lebih baik lagi untuk keluarga, masyarakat, negara maupun dunia.
Perjalanan kita Setiap detik ke jam, hari ke hari, bulan ke bulan tahun ke tahun dan seterusnya,dan setiap  langkah kaki kita melangkah dan setiap gerakan perbuatan adakalanya emosi dan pikiran kita terjebak atau bahkan terpengaruh oleh hal-hal yang jelas-jelas itu akan berakibat buruk kehidupan pada kita, oleh karena itu kita harus membuat komitmen  tentang dampak perlakuan yang harus kita perbaiki agar hidup ini lebih bermakna dan berdaya guna, yang tidak sekedar beraktivitas layaknya hewan yang hanya digerakan oleh naluri hewaninya untuk tumbuh dan makan serta mengejar kenikmatan fisik belaka.
Begitu banyak peristiwa dan fenomena yang  setiap hari pasti kita temui, adakah itu di sekolah, kampus, kantor, jalan dan banyak lagi tempat lainya yang dihasilkan oleh tindakan orang-orang disekitar kita, yang mendorong kita untuk memaknainya. terlebih lagi disaat kondisi sosial, ekonomi, politik, maupun batin kita dalam keadaan yang sangat membingungkan yang membuat kondisi pikiran dan hati kita serasa pengap dan ricuh. Di mana yang seharusnya ada niat pada semua orang untuk mengintropeksi diri dan masing-masing masalah yang ada dan menata ulang kembali keharmonisan hati, pikiran, ucapan dan perilaku agar kita semua menjadi seseorang yang lebih manusiawi. Agar hari-hari kita menjadi indah dan bermakna dan agar setiap jejak langkah kaki dan perbuatan kita didorong oleh suatu niatan yang mulia da menghasilkan tindaka-tindakan yang lebih produktif bagi kita semua dan bermanfaat bagi sesama.

Berbuat bijak pada kehidupan
Orang bijak mengatakan “tindakan yang bermakna adalah yang muncul dari kesadaran dan pilihan bebas,bukan semata tunduk dan meniru tradisi yang diterima secara turun temurun”.untuk menjadi bijak seseorang tidak hanya dengan menyandang titel kesarjanaan atau puntitle yang tinggi. Namun melalui pengalaman seseorangn dan pelajaran hidup lah orang itu akan menjadi bijaksana. Kebijaksanaan adalah kemampuan seseorang untuk dapat membedakan ataupun memilah antara yang baik dan benar yang penting dan yang tidak penting yang bermanfaan dan yang idak bermanfaat suatu masalah, yang lalu memiliki komitmen untuk memilih tindakan berdasarkan pengetahuan dan keyakinannya. Oleh karena itu tidak ada jaminan bahwa orang pintar itu pasti lah bijak tapi melainkan orang pintar yang telah terlatih dan membiasakan diri untuk merenungi pengalaman kehidupannya dan mau mendengarkan pengalaman hidup orang lain terutama pada orang yang lebih tua.
Hidup kita haruslah bermakna, kalau saja hidup kita tidak bermakna, betapa ruginya kita untuk hidup karena betapa singkatnya kehidupan ini dan karena jatah usia kita yang teramat sangat pendek yang pasti setiap waktunya kita dibayang-bayangi oleh kematian yang tidak tau kapan kematian ini akan menghadang atau menjemput kehidupan kita dan akan merampas semua kenangan maupun impian yang belum terwujud. ada pula, Kematian memang sangat pantas untuk di takuti dan dibenci karena kematian pasti akan merenggut semua impian, semua khayalan dan semua kenangan yang ada dalam hidup kita. Namun, kematian juga sangatlah pantas kita cintai karena dengan kematian setiap orang pasti akan lebih menghargai kehidupan dengan selalu mengisi kehidupa kita dengan berbagai hal yang menyenangkan dan amal kebaikan sebanyak-banyaknya karena itulah kehidupan yang sangatlah singkat.
Memang hidup sangatlah rumit, bila itu dijadikan beban. entah itu Bayang-bayang kematian yang selalu mengikuti, ataupun kehidupan yang hanya berputar-putar seperti mekanisme sebuah robot yang membuat hidup terasa sangat membosankan.sehingga banyaknya orang  yang berlomba-lomba untuk mencari kesenangan dengan menghaburkan-hamburkan uang ataupun mengikuti hawa nafsunya yang mereka pikir itu adalah jalan pintas untuk memaknai hidupnya. namun, itu adalah sebuah awal dari kesalahan fatal yang dapat membuat mereka terjerumus pada kehidupan yang seperti sebuah mekanisme alat adonan roti yang berputar-putar begitu saja.
Cara Memaknai hidup tidaklah lah harus dengan berfoya-foya ataupun mengeluarkan uang yang begitu besar. Yang harusnya uang itu dapat bermakna bila dimanfaatkan kepada yang lebih membutuhkan. Tapi,    Hidup itu sangat lah menyenangkan dan bermakna. bila kita dapat mengatur dan memilih perlakuan kita dengan bijak. Tanpa harus merugiakan diri kita sendiri maupun orang lain. karena manusia dilahirkan untuk menjadi makhluk yang bijaksana.

Aku Hidup, Aku Bahagia
Jika berbicara mengenai kebutuhan dasar manusia, itu sangat mudah dijelaskan, yaitu meliputi sandang, papan, pangan, pakaian dan kesehatan.jika semuanya sudah terpenuhi, seseorang sudah pasti memiliki modal pokok untuk meraih prestasi dan kebutuhan lain yang lebih tinggi, misalnya pendidikan, rekreasi, dan tabungan untuk masa depan.
Tetapi jika berbicara soal kebahagiaan, penjelasan dan pemenuhanya cukup rumit.sulit menjelaskan dan membuat definisi tentang apa itu kebahagian, karena luasnya pengertian dan bagaimana cara pencapaian kebahagian pada setiap orang. Sebagaimana epotnya membuat definisi tentang hukum. Begitu pula, definisi cinta dan porno yang dimunculkan ternyata begitu beragam.
Menurut saya sendiri secara sederhana kebahagian adalah suatu perasaan hati, pikiran maupun emosi kita menjadi tenang, santai, lega, rileks, santai, tidak ada beban, yang digabung menjadi satu dan menghasilkan kebahagian. Kebahagian itu begitu kompleks dan rumit bila harus dijelaskan dengan kata-kata verbal. Namun semua orang pasti akan berusaha menjaga kebahagian itu agar selalu ada dan tidak hilang. Kalaupun hilang pasti ingin dihadirkan lagi dan lagi. Hanya saja, tingkat kebahagian orang itu berbeda-beda, begitu pun sumbernya. Dan juga sesungguhnya sangat sulit untuk membanding-bandingkan kebahagian  orang karena setiap pribadi orang punya hak dan kebebasan untuk membuat ukuran dan memaknai kebahagian itu sendiri.

            Menanggapi Kehidupan pada Lingkungan Parpol
Mengamati sepintas fenomena partai politik yang sangat berpengaruh pada pola kehidupan kita tampaknya sama saja. Masih saja belum mampu untuk melahirkan pelayanan publik ataupun pelayanan masyarakat yang benar-benar makmur dan yang benar-benar bersih dari kecurangan maupun korupsi. Malahan diera demokrasi ini kegiatan korupsi malah semakin merajalela yang bagaikan suatu virus penyakit yang menyebar dengan cepat dan menggerogoti tubuh. Kalau saja tubuh yang diserang virus itu hanya permukaanya kulit saja itu bukan lah menjadi masalah yang fatal. Yang hanya diobati dengan usapan salep ataupun alkohol untuk mengobatinya. Tapi ternyata virus ini telah menggerogoti pada bagian hati jantung dan otak yang merupakan tempat vital dari kelangsungan hidup. Lembaga-lembaga terhormat di negeri ini yang merupakan  hati, jantung dan otak dari suatu negara pun akhirnya menjadi bobrok.
Dalam perkembanganya, apalagi bagi dunia yang sedang berkembang, demokrasi yang disimbolkan sebagai electoral system malah dalam kenyataanya sering menimbulkan berbagai keadaan yang tidak membawa perubahan kearah yang positif. Misalnya, yang semula diharapkan menjaddi mekanisme politik untuk mencegah terjadinya chaos agar jangan sampai keputusan politik dipaksa secara otoriter, nyatanya seringkali rakyat datang ke bilik-bilik pencoblosan untuk menuai dan membenarkan tindakan kekerasan atas nama politik[1].
Gaya kepemimpinan nasional yang lamban disertai dengan komunikasi politik pemerintah yang jelek, apalagi dengan cara-cara pengambilan keputusan politik yang sering tidak populer, semangat partisipasi rakyat sekarang ini menjadi turun serendah-rendahnya karena mungkin mengalami kelelahan secara politis.seolah-olah rakyat tidak lagi menganggap ada manfaatnya menjadi warga negara dan memiliki pemerintahan.gejala insemacam ini sangat jelas, dan kalau tidak ada alternatif kepemimpinan nasional yang baru, akan menambaha patisme politik yang lebih luas karena pemerintahan dianggap tidak berfungsi. Dan bisa jadi kemudian rakyat mencari alasanya sendiri untuk menyelesaikan masalah dengan caranya masing-masing yang kadang-kadang terpaksa menempuh jalan anarkis. Oleh sebab itu, sebenarnya sama saja mudharatnya buat rakyat, apakah pemerintahan yang dzalim yang menindas, ataukah pemerintahan yang “demokrasi” tetapi lemah tidak bisa membawa perubahan ini. Ini dikarenakan kedua duanya ternyata tidak mampumengakkan order dan memberikan kesejahteraan.[2]
Bagaimanakah kita menanggapi sistem yang sudah menjadi momok pada kehidupan kita seperti ini. Apagunanya memiliki pemerintahan Yang hanya menjadikan kita sebagai mental-mental tertindas yang hidupnya hanya mengikuti tunduk dan patuh pada sistem tersebut.yang padahal sudah jelas-jelas sistem dan gaya pemerintahan kita pada saat ini sangat lah norak. Alangkah bobobrok nya sistem ini dan semakin carut marutnya politik pada negeri kita bila kita hanya mematuhi pada sistem politik yang ada.tanpa adanya perubahan visi dan misi yang mampu membangun kembali semangat dan dasar kepemimpinan nasional yang tangguh dan revolusioner.
Kita sebagai generasi penerus harusnya dapat merenungi dan bertindak, dengan apa yang terjadi pada ranah poitik kita yang sekarang ini dalam keadaan carut marut, guna memperbaiki pola kehidupan kita mendatang. tidak hanya dengan melakukan dzikir ataupun tabligh akbar untuk memperbaiki sistem demokrasi kita ini. tapi dengan menganalisa dan memahami betul dasar dari konflik atau masalah yang terjadi, dan memperbaiki ataupun mengganti semua struktur dan sistem negara kita yang telah rusak dengan pemahaman dan konsep baru yang disesuaikan dengan keadaan masyarakat indonesia sekarang ini.


Belajar dari kehidupan bulan ramadhan.
Bulan ramdhan adalah bulan yang sangat mulia dan penuh rahmad yang selalu dinantikan oleh semua umat muslim.pada bulan ini semua umat muslim menantikan momen  yang sangat agung yang dimana Allah S.W.T melipat gandakan pahala setiap hamba yang beramal, dan dibukakannya pintu-pintu surga dikarenakan banyaknya amalan-amalan sholih dilakukan pada bulan tersebut. Dan ditutupnya pintu-pintu neraka dikarenakan sedikitnya amalan kemaksiatan yang dilakukan orang-orang yang beriman pada bulan itu. Dan dibelenggunya setan-setan dikarenakan mereka tidak bisa lagi merusak dan menyesatkan manusia sebagaimana pada bulan-bulan yang lain dimana manusia pada waktu itu sedang sibuk melaksanakan amalan-amalan ibadah dan ketaatan[3]
Begitu mudah dan banyaknya berkah serta pelajaran yang dapat diambil dari bulan ramadhan ini, meliputi berkumpunya kembali keluarga dengan dipersatukan nya kita kembali kepada keluarga-keluarga yang terpisah jauh oleh perantauan dan menambah erat tali silaturahmi, serta keakraban canda tawa dalam sebuah keluarga yang selalu ingin dirasakan oleh semua orang, lalu berdzakat dengan berdzakat otomatis kita akan saling berbagi rejeki kepada yang tidak mampu, maupun berpuasa yang dari sini jelas bahwa orang yang berpuasa dengan melaksanakan segala kewajiban  pastilah dia akan menjauhi perbuatan buruk dan hara yang berupa perkataan maupun perbuatan,sehingga dia tidak akan saling mencaci-maki, tidak berbbohong, tidak saling mengadu domba di antara mereka, tidak menjual barang haram dan menjauhi segala macam perbuata haram. Jika manusia bisa melakukan semua itu dalam sebulan penuh dengan ikhlas dan niatan yang kuat, maka dirinya akan dapat berjalan lurus dalam hal kebaikan pada bulan bulan berikutnya[4].
Ramadhan yang ditutup dengan perayaan idul fitri. selalu saja muncul perasaan lega campur sedih setiap berpisah dengan bulan ramadhan. Yang semula kita selalu disibukan oleh berbagai rutinitas kehidupan yang membuat tubuh dan hati kita serasa digoncang dan dijungkirbalikkan oleh keadaan. yang lalu oleh ramadhan rutinitas ini diubah menjadi seperti rutinitas kehidupan yang menenangkan dan menyejukan jiwa yang membuat hidup terasa damai oleh hembusan angin spiritual.damai dan akrab dengan Allah S.A.W yang tidak dapat digambarkan oleh kata-kata, sungguh aku rindu bulan ini..
Selama sebulan ini, sudah semstinya cukup untuk menjadikan kebiasan berbuat baik. dan mengembalikan jiwa individu serta kepemimpinan moral dan spiritual yang benar, terhadap semua aktivitas kehidupan ini. ibarat sebuah puzzel kehidupan, diluar bulan ramadhan aktifitas kehidupan tercerai berai oleh situasi yang selalu berubah. Meliputi perdebatan politik yang amburadul. Harga saham yang bergejolak terus, bahan bakar yang masih juga mahal, lapangan pekerjaan yang kian menyempit dan sajian televisi yang tidak jelas pesannya, membuat hidup menjadi gelisah dinamis namun sekaligus tidak juga menjajikan perbaikan kedepan yang lebih berkualitas. 
Tetapi sayangnya, banyak orang yang hanya berbuat baik pada bulan ramadhan. Namun, dibulan selanjutnya mereka kembali kejalan yang bertolak belakan dengan perbuatan yang dilakukannya pada bulan ramdhan. Yang mungkin ini sudah menjadi budaya yang mendarah daging pada masyarakat sekarang ini. Namun hal ini tidak dapat sepenuhnya disalahkan karena demikianlah watak sebuah tradisi. Sering kali ini menjadi sekedar rutinitas tanpa menumbuhkan kesadaran, apalagi kesadaran reflektif. Bahkan, karena hal itu sudah menjadi tradis dalam komunitas, atau karena masyarakat telah merasa ikut memiliki trasdisi itu, maka makna dibalik ritualnya tidaklah menjadi penting[5].yang Saya pikir dalam perubahanya menuju kejalan yang benar, semua ini hanya ada pada kesadaran masing-masing individu yang pada dasarnya dilandasi oleh iman dan pengetahuan manusia.
















[1] Abdorrahman, Moeslim. “ Suara Tuhan Suara Pemerdeka “. Yogyakarta, kanisius, 2009.46.
[2] Abdorrahman, Moeslim. “ Suara Tuhan Suara Pemerdeka “. Yogyakarta, kanisius, 2009.52-53.
[5] Abdorrahman, Moeslim. “ Suara Tuhan Suara Pemerdeka “. Yogyakarta, kanisius, 2009.214

Tidak ada komentar:

Posting Komentar