MEMAKNAI REALITA KEHIDUPAN
Oleh: Ryan Frasetya Setiawan
Menjalani
kehidupan sehari-hari bukanlah perkara yang mudah bagi sebagian orang, dan
ironisnya setiap orang hanya pasrah dengan keadaan yang ada sehingga mereka
terjebak dalam rutinitas yang membuat mereka terbelenggu pada rutinitas itu
saja,yang bagaikan sebuah robot pencetak makanan yang hanya berkerja pada ruang
lingkup yang hanya mencetak dan hanya terus mencetak. Rutinitas kehidupan
memang bagaikan pisau bermata dua di satu sisi rutinitas itu terlihat mudah dan
terasa mudah untuk dijalani karena itu telah menjadi rutinitas mereka, yang
tidak memerlukan variasi dan persiapan serius ,dan hanya akan berlangsung
normal seperti biasanya namun disisi
lain rutinitas itu yang kemudian sedikit demi sedikit menggerogoti dan membuat
tumpul hati, pikiran dan kreatifitas kita yang lain dan yang seharunya dibiarkan meluas dengan
menikmati berbagai aktifitas kehidupan, yang membuat tubuh pikiran dan hati
kita merasa lebih tenang dan nyaman dalam menjalaninya.
Ungkapan
diatas memang terasa sangat sentimental, tapi itulah kenyataanya yang ada pada
kehidupan kita. terkadang orang banyak berungkapan “HIDUP ITU TIDAK SEBAIK dan
SEINDAH YANG ENGKAU KHAYALKAN”. ya memang itu lah yang sering terjadi,hidup itu
tidak akan indah bila kita hanya bisa berkhayal, tapi dibalik khyalan itu sebenarnya kita dapat mewujudkannya. yaitu
dengann bertindak dan memaknai setiap detik waktu yang kita lewati setiap
jengkal langkah yang kita pijakkan dan setiap tetes keringat yang kita
kucurkan.
Kita
manusia diberikan waktu yang sama yaitu 24 jam, apakah itu guru, murid,
pejabat, pengemis, tua, muda, sehat, sakit maupun bodoh dan pandai semua nya itu
sama yaitu 24 jam ada siang dan ada pula malam. namun pikiran,ucapan maupun
tindakan kita dan hasil dari semua nya sangat lah berbeda-beda. Jadi setiap
hari sudah semestinya setiap orang berhasil membuat suatu kreasi, aktivitas
maupun prestasi minimal buat dirinya sendiri, Dan mungkin akan lebih baik lagi
untuk keluarga, masyarakat, negara maupun dunia.
Perjalanan
kita Setiap detik ke jam, hari ke hari, bulan ke bulan tahun ke tahun dan seterusnya,dan
setiap langkah kaki kita melangkah dan
setiap gerakan perbuatan adakalanya emosi dan pikiran kita terjebak atau bahkan
terpengaruh oleh hal-hal yang jelas-jelas itu akan berakibat buruk kehidupan
pada kita, oleh karena itu kita harus membuat komitmen tentang dampak perlakuan yang harus kita
perbaiki agar hidup ini lebih bermakna dan berdaya guna, yang tidak sekedar
beraktivitas layaknya hewan yang hanya digerakan oleh naluri hewaninya untuk
tumbuh dan makan serta mengejar kenikmatan fisik belaka.
Begitu
banyak peristiwa dan fenomena yang
setiap hari pasti kita temui, adakah itu di sekolah, kampus, kantor,
jalan dan banyak lagi tempat lainya yang dihasilkan oleh tindakan orang-orang
disekitar kita, yang mendorong kita untuk memaknainya. terlebih lagi disaat
kondisi sosial, ekonomi, politik, maupun batin kita dalam keadaan yang sangat
membingungkan yang membuat kondisi pikiran dan hati kita serasa pengap dan
ricuh. Di mana yang seharusnya ada niat pada semua orang untuk mengintropeksi
diri dan masing-masing masalah yang ada dan menata ulang kembali keharmonisan
hati, pikiran, ucapan dan perilaku agar kita semua menjadi seseorang yang lebih
manusiawi. Agar hari-hari kita menjadi indah dan bermakna dan agar setiap jejak
langkah kaki dan perbuatan kita didorong oleh suatu niatan yang mulia da
menghasilkan tindaka-tindakan yang lebih produktif bagi kita semua dan
bermanfaat bagi sesama.
Berbuat bijak pada kehidupan
Orang
bijak mengatakan “tindakan yang bermakna adalah yang muncul dari kesadaran dan
pilihan bebas,bukan semata tunduk dan meniru tradisi yang diterima secara turun
temurun”.untuk menjadi bijak seseorang tidak hanya dengan menyandang titel
kesarjanaan atau puntitle yang tinggi. Namun melalui pengalaman seseorangn dan
pelajaran hidup lah orang itu akan menjadi bijaksana. Kebijaksanaan adalah
kemampuan seseorang untuk dapat membedakan ataupun memilah antara yang baik dan
benar yang penting dan yang tidak penting yang bermanfaan dan yang idak
bermanfaat suatu masalah, yang lalu memiliki komitmen untuk memilih tindakan
berdasarkan pengetahuan dan keyakinannya. Oleh karena itu tidak ada jaminan
bahwa orang pintar itu pasti lah bijak tapi melainkan orang pintar yang telah
terlatih dan membiasakan diri untuk merenungi pengalaman kehidupannya dan mau
mendengarkan pengalaman hidup orang lain terutama pada orang yang lebih tua.
Hidup
kita haruslah bermakna, kalau saja hidup kita tidak bermakna, betapa ruginya
kita untuk hidup karena betapa singkatnya kehidupan ini dan karena jatah usia
kita yang teramat sangat pendek yang pasti setiap waktunya kita dibayang-bayangi
oleh kematian yang tidak tau kapan kematian ini akan menghadang atau menjemput
kehidupan kita dan akan merampas semua kenangan maupun impian yang belum
terwujud. ada pula, Kematian memang sangat pantas untuk di takuti dan dibenci
karena kematian pasti akan merenggut semua impian, semua khayalan dan semua
kenangan yang ada dalam hidup kita. Namun, kematian juga sangatlah pantas kita
cintai karena dengan kematian setiap orang pasti akan lebih menghargai
kehidupan dengan selalu mengisi kehidupa kita dengan berbagai hal yang
menyenangkan dan amal kebaikan sebanyak-banyaknya karena itulah kehidupan yang
sangatlah singkat.
Memang
hidup sangatlah rumit, bila itu dijadikan beban. entah itu Bayang-bayang
kematian yang selalu mengikuti, ataupun kehidupan yang hanya berputar-putar
seperti mekanisme sebuah robot yang membuat hidup terasa sangat membosankan.sehingga
banyaknya orang yang berlomba-lomba
untuk mencari kesenangan dengan menghaburkan-hamburkan uang ataupun mengikuti
hawa nafsunya yang mereka pikir itu adalah jalan pintas untuk memaknai hidupnya.
namun, itu adalah sebuah awal dari kesalahan fatal yang dapat membuat mereka
terjerumus pada kehidupan yang seperti sebuah mekanisme alat adonan roti yang
berputar-putar begitu saja.
Cara
Memaknai hidup tidaklah lah harus dengan berfoya-foya ataupun mengeluarkan uang
yang begitu besar. Yang harusnya uang itu dapat bermakna bila dimanfaatkan
kepada yang lebih membutuhkan. Tapi, Hidup
itu sangat lah menyenangkan dan bermakna. bila kita dapat mengatur dan memilih
perlakuan kita dengan bijak. Tanpa harus merugiakan diri kita sendiri maupun
orang lain. karena manusia dilahirkan untuk menjadi makhluk yang bijaksana.
Aku Hidup, Aku Bahagia
Jika
berbicara mengenai kebutuhan dasar manusia, itu sangat mudah dijelaskan, yaitu
meliputi sandang, papan, pangan, pakaian dan kesehatan.jika semuanya sudah
terpenuhi, seseorang sudah pasti memiliki modal pokok untuk meraih prestasi dan
kebutuhan lain yang lebih tinggi, misalnya pendidikan, rekreasi, dan tabungan
untuk masa depan.
Tetapi
jika berbicara soal kebahagiaan, penjelasan dan pemenuhanya cukup rumit.sulit
menjelaskan dan membuat definisi tentang apa itu kebahagian, karena luasnya
pengertian dan bagaimana cara pencapaian kebahagian pada setiap orang. Sebagaimana
epotnya membuat definisi tentang hukum. Begitu pula, definisi cinta dan porno
yang dimunculkan ternyata begitu beragam.
Menurut
saya sendiri secara sederhana kebahagian adalah suatu perasaan hati, pikiran
maupun emosi kita menjadi tenang, santai, lega, rileks, santai, tidak ada
beban, yang digabung menjadi satu dan menghasilkan kebahagian. Kebahagian itu
begitu kompleks dan rumit bila harus dijelaskan dengan kata-kata verbal. Namun
semua orang pasti akan berusaha menjaga kebahagian itu agar selalu ada dan
tidak hilang. Kalaupun hilang pasti ingin dihadirkan lagi dan lagi. Hanya saja,
tingkat kebahagian orang itu berbeda-beda, begitu pun sumbernya. Dan juga
sesungguhnya sangat sulit untuk membanding-bandingkan kebahagian orang karena setiap pribadi orang punya hak
dan kebebasan untuk membuat ukuran dan memaknai kebahagian itu sendiri.
Menanggapi Kehidupan pada Lingkungan Parpol
Mengamati
sepintas fenomena partai politik yang sangat berpengaruh pada pola kehidupan
kita tampaknya sama saja. Masih saja belum mampu untuk melahirkan pelayanan
publik ataupun pelayanan masyarakat yang benar-benar makmur dan yang
benar-benar bersih dari kecurangan maupun korupsi. Malahan diera demokrasi ini
kegiatan korupsi malah semakin merajalela yang bagaikan suatu virus penyakit
yang menyebar dengan cepat dan menggerogoti tubuh. Kalau saja tubuh yang
diserang virus itu hanya permukaanya kulit saja itu bukan lah menjadi masalah
yang fatal. Yang hanya diobati dengan usapan salep ataupun alkohol untuk
mengobatinya. Tapi ternyata virus ini telah menggerogoti pada bagian hati
jantung dan otak yang merupakan tempat vital dari kelangsungan hidup. Lembaga-lembaga
terhormat di negeri ini yang merupakan hati, jantung dan otak dari suatu negara pun
akhirnya menjadi bobrok.
Dalam
perkembanganya, apalagi bagi dunia yang sedang berkembang, demokrasi yang
disimbolkan sebagai electoral system
malah dalam kenyataanya sering menimbulkan berbagai keadaan yang tidak membawa
perubahan kearah yang positif. Misalnya, yang semula diharapkan menjaddi
mekanisme politik untuk mencegah terjadinya chaos
agar jangan sampai keputusan politik dipaksa secara otoriter, nyatanya
seringkali rakyat datang ke bilik-bilik pencoblosan untuk menuai dan
membenarkan tindakan kekerasan atas nama politik[1].
Gaya
kepemimpinan nasional yang lamban disertai dengan komunikasi politik pemerintah
yang jelek, apalagi dengan cara-cara pengambilan keputusan politik yang sering
tidak populer, semangat partisipasi rakyat sekarang ini menjadi turun
serendah-rendahnya karena mungkin mengalami kelelahan secara
politis.seolah-olah rakyat tidak lagi menganggap ada manfaatnya menjadi warga negara
dan memiliki pemerintahan.gejala insemacam ini sangat jelas, dan kalau tidak
ada alternatif kepemimpinan nasional yang baru, akan menambaha patisme politik
yang lebih luas karena pemerintahan dianggap tidak berfungsi. Dan bisa jadi
kemudian rakyat mencari alasanya sendiri untuk menyelesaikan masalah dengan
caranya masing-masing yang kadang-kadang terpaksa menempuh jalan anarkis. Oleh
sebab itu, sebenarnya sama saja mudharatnya buat rakyat, apakah pemerintahan
yang dzalim yang menindas, ataukah
pemerintahan yang “demokrasi” tetapi lemah tidak bisa membawa perubahan ini.
Ini dikarenakan kedua duanya ternyata tidak mampumengakkan order dan memberikan
kesejahteraan.[2]
Bagaimanakah
kita menanggapi sistem yang sudah menjadi momok pada kehidupan kita seperti ini.
Apagunanya memiliki pemerintahan Yang hanya menjadikan kita sebagai
mental-mental tertindas yang hidupnya hanya mengikuti tunduk dan patuh pada
sistem tersebut.yang padahal sudah jelas-jelas sistem dan gaya pemerintahan
kita pada saat ini sangat lah norak. Alangkah bobobrok nya sistem ini dan
semakin carut marutnya politik pada negeri kita bila kita hanya mematuhi pada
sistem politik yang ada.tanpa adanya perubahan visi dan misi yang mampu
membangun kembali semangat dan dasar kepemimpinan nasional yang tangguh dan
revolusioner.
Kita
sebagai generasi penerus harusnya dapat merenungi dan bertindak, dengan apa
yang terjadi pada ranah poitik kita yang sekarang ini dalam keadaan carut marut,
guna memperbaiki pola kehidupan kita mendatang. tidak hanya dengan melakukan
dzikir ataupun tabligh akbar untuk memperbaiki sistem demokrasi kita ini. tapi
dengan menganalisa dan memahami betul dasar dari konflik atau masalah yang
terjadi, dan memperbaiki ataupun mengganti semua struktur dan sistem negara
kita yang telah rusak dengan pemahaman dan konsep baru yang disesuaikan dengan
keadaan masyarakat indonesia sekarang ini.
Belajar dari kehidupan bulan ramadhan.
Bulan
ramdhan adalah bulan yang sangat mulia dan penuh rahmad yang selalu dinantikan
oleh semua umat muslim.pada bulan ini semua umat muslim menantikan momen yang sangat agung yang dimana Allah S.W.T
melipat gandakan pahala setiap hamba yang beramal, dan dibukakannya pintu-pintu
surga dikarenakan banyaknya amalan-amalan sholih dilakukan pada bulan tersebut.
Dan ditutupnya pintu-pintu neraka dikarenakan sedikitnya amalan kemaksiatan
yang dilakukan orang-orang yang beriman pada bulan itu. Dan dibelenggunya
setan-setan dikarenakan mereka tidak bisa lagi merusak dan menyesatkan manusia
sebagaimana pada bulan-bulan yang lain dimana manusia pada waktu itu sedang
sibuk melaksanakan amalan-amalan ibadah dan ketaatan[3]
Begitu
mudah dan banyaknya berkah serta pelajaran yang dapat diambil dari bulan
ramadhan ini, meliputi berkumpunya kembali keluarga dengan dipersatukan nya
kita kembali kepada keluarga-keluarga yang terpisah jauh oleh perantauan dan
menambah erat tali silaturahmi, serta keakraban canda tawa dalam sebuah
keluarga yang selalu ingin dirasakan oleh semua orang, lalu berdzakat dengan
berdzakat otomatis kita akan saling berbagi rejeki kepada yang tidak mampu,
maupun berpuasa yang dari sini jelas bahwa orang yang berpuasa dengan
melaksanakan segala kewajiban pastilah
dia akan menjauhi perbuatan buruk dan hara yang berupa perkataan maupun
perbuatan,sehingga dia tidak akan saling mencaci-maki, tidak berbbohong, tidak
saling mengadu domba di antara mereka, tidak menjual barang haram dan menjauhi
segala macam perbuata haram. Jika manusia bisa melakukan semua itu dalam
sebulan penuh dengan ikhlas dan niatan yang kuat, maka dirinya akan dapat
berjalan lurus dalam hal kebaikan pada bulan bulan berikutnya[4].
Ramadhan
yang ditutup dengan perayaan idul fitri. selalu saja muncul perasaan lega
campur sedih setiap berpisah dengan bulan ramadhan. Yang semula kita selalu
disibukan oleh berbagai rutinitas kehidupan yang membuat tubuh dan hati kita
serasa digoncang dan dijungkirbalikkan oleh keadaan. yang lalu oleh ramadhan
rutinitas ini diubah menjadi seperti rutinitas kehidupan yang menenangkan dan
menyejukan jiwa yang membuat hidup terasa damai oleh hembusan angin
spiritual.damai dan akrab dengan Allah S.A.W yang tidak dapat digambarkan oleh
kata-kata, sungguh aku rindu bulan ini..
Selama
sebulan ini, sudah semstinya cukup untuk menjadikan kebiasan berbuat baik. dan
mengembalikan jiwa individu serta kepemimpinan moral dan spiritual yang benar,
terhadap semua aktivitas kehidupan ini. ibarat sebuah puzzel kehidupan, diluar
bulan ramadhan aktifitas kehidupan tercerai berai oleh situasi yang selalu
berubah. Meliputi perdebatan politik yang amburadul. Harga saham yang
bergejolak terus, bahan bakar yang masih juga mahal, lapangan pekerjaan yang
kian menyempit dan sajian televisi yang tidak jelas pesannya, membuat hidup
menjadi gelisah dinamis namun sekaligus tidak juga menjajikan perbaikan kedepan
yang lebih berkualitas.
Tetapi
sayangnya, banyak orang yang hanya berbuat baik pada bulan ramadhan. Namun,
dibulan selanjutnya mereka kembali kejalan yang bertolak belakan dengan
perbuatan yang dilakukannya pada bulan ramdhan. Yang mungkin ini sudah menjadi
budaya yang mendarah daging pada masyarakat sekarang ini. Namun hal ini tidak
dapat sepenuhnya disalahkan karena demikianlah watak sebuah tradisi. Sering
kali ini menjadi sekedar rutinitas tanpa menumbuhkan kesadaran, apalagi
kesadaran reflektif. Bahkan, karena hal itu sudah menjadi tradis dalam
komunitas, atau karena masyarakat telah merasa ikut memiliki trasdisi itu, maka
makna dibalik ritualnya tidaklah menjadi penting[5].yang
Saya pikir dalam perubahanya menuju kejalan yang benar, semua ini hanya ada
pada kesadaran masing-masing individu yang pada dasarnya dilandasi oleh iman
dan pengetahuan manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar